
Metrotvnews.com, Bogor: Tempat jatuhnya pesawat 212 Cassa telah ditemukan yaitu 11 km di atas kampung Pasirgaok, Gunungmalang, Tegalrejo, Tapos, Bogor, Jawa Barat. Evakuasi terhadap ke-18 korban masih terus dilakukan. Namun evakuasi terhadap para korban jatuhnya pesawat milik TNI Angkatan Laut terhambat oleh medan yang berat serta hutan lebat. Menurut laporan Reporter Metro TV, Desi Fitrian, hingga saat ini, ratusan TIM SAR yang dikirim untuk mengevakuasi korban belum kembali.
Sedangkan untuk mempermudah evakuasi, TNI AU membuat helipad di kaki Gunungsalak. Jarak helipad dengan tempat jatuhnya pesawat sektar 11 km atau dengan jarak tempuh empat jam. Pembuatan dua helipad ini sendiri terkesan mendadak. Hal ini dikarenakan kondisi medan yang cukup curam. Kedalaman jurang di temapt jatuhnya pesawat adalah 70 meter dengan kemiringan 80 derajat.
Bahkan beberapa wartawan yang mengikuti perjalanan ini, hanya dapat mencapai pos I. Sisanya mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjalann. Rencananya, evakuasi akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB atau 15.00 WIB. Dan informasi yang diterima oleh Reporter Metro TV, Desi Firiani, korban yang dapat dievakusi sebanyak 15 jenazah dari 18 jenazah. Dan kinin, ke-15 jenazah telah dimasukan ke kantung jenazah.
Sementara itu, hari ini, Panglima TNI, Djoko Santoso,mengunjungi Pangklaan Udara Atang Sanjaya, Bogor, Jawa barat. Panglima TNI meminta evakuasi jangan terlalu dipaksakan, karena tetap harus mengutamakan keselamatan. Panglima TNI juga mengungkapkan bahwa kejadian ini harus dapat diambil hikmahnya. “Apa yang terjadi ini, kita harus dapat ambil hikmahnya”, ujarnya.
Sementara suasana di rumah duka di kompleks perumahan TNI Angkatan Udara di kawasan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, masih terus didatangi pihak sanak famili. Menurut laporan Reporter Metro TV, Gloria Anastasia, yang berada di kediaman keluarga korban Letkol Supriadi, suasana haru masih terasa.
Di rumah ini telah kedatangan empat buah karangan bunganya. Di antaranya datang dari Dirjen Anggran, Departemen Keuangan. Sementara istri dan ibu almarhun berada di dalam rumah. Mereka masih menunggu kedatangan jenazah. Para wartawan dilarang untuk mewancarai mereka. Penjagaan di di rumah duka ini cukup ketat dengan adanya beberapa Provost Polisi Militer. Bahkan wartawan yang datang harus didampingi oleh Dispen TNI.(FAH)
Sabtu, 05 Juli 2008
TNI AU jatuh di kaki Gunung Salak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
selamat datang di raung pala unggulan